She Talks Everything and Asks Anything

January 20, 2012 - Leave a Response

Kok ini begini, kenapa Mi?
Kok itu begitu, kenapa Mi?

Pertanyaan demi pertanyaan selalu terlontar dari mulut gadisku yang sekarang sudah mulai beranjak besar. Kalimat-kalimat yang entah didapat dari mana, selalu ia ceritakan sepanjang waktu. Bermain dengan bonekanya, bermain menirukan kasir, meniru penjual di pasar, dll, sambil mulutnya tak berhenti bergumam.

Syifa, tak terasa sudah setengah tahun sekolah di TK A. Umi sudah jarang meng-update blogmu ya, Nak :)

Baiklah, umi akan menceritakan tentang mba Syifa saat ini, di usia 4 tahun plus 4,5 bulan.

Alhamdulillaah semenjak sekolah di TK A, mba Syifa banyak sekali menghafal surat-surat pendek (sekarang sudah sampai Al Bayyinah ayat 4), hadits, dan juga do’a-do’a sehari-hari. Tak ketinggalan bacaan sholat dan juga pelajaran lain seperti membaca latin dan iqro’, mengenal pelajaran akidah, akhlak, dan tentu saja permainan yang melatih motorik.

Sejauh ini alhamdulillaah masih betah dengan full day school-nya. Namun mungkin saja kejenuhan itu terkadang menghampiri. Seperti ketika alot dibangunkan pagi, kemudian ketika ustadzah bercerita bahwa mba Syifa pernah suatu kali melamum atau main sendiri ketika hafalan. Hmm umi maklum, toh mba Syifa masih balita. Umi tidak memaksakan kok Nak. Umi bangga dengan prestasi yang sudah mba Syifa raih.

O ya, tentang judul itu, sebetulnya mba Syifa memang anak yang kritis. Apa pun ditanyakan. Termasuk ketika menemukan simbol-simbol di pom bensin. Dia bertanya, Mi itu kok ada gambar begini? (Ada gambar rokok dicoret, kamera dicoret, dll). Dia pasti tanya, kenapa?

Lalu menemukan simbol bayi dicoret pada sebuah mainan juga ditanyakan. Simbol-simbol lain di kardus, di baterai laptop, juga gambar-gambar yang sekiranya tidak tahu artinya, pasti ditanyakan.

Umi jadi ingat, jika umi sedang (sok) “sibuk”, umi jadi lupa memperhatikanmu, yang membuat kamu harus berteriak beberapa kali memanggil umi demi menanyakan hal yang belum kamu tahu. Maafkan umi ya, Nak… Kadang umi egois, melakukan ini itu tanpa sadar kau membutuhkan umi.

Syifaku sayang, jadilah kakak yang baik untuk adik-adikmu kelak ya. Jadilah Azizah yang selalu kuat, tidak mudah menangis dan menyerah dengan keadaan. Tetaplah berjuang untuk melindungi adik-adikmu, juga berjuang untuk menggapai ridho-Nya.

Umi sayang sekali padamu, Nak :)

–hiks, netes juga nih air mata–

Ngga Boleh Nyanyi!

November 15, 2011 - Leave a Response

Teriakan itu kini sudah sering terdengar di rumah kami. Ketika salah satu anggota keluarga ada yang nyanyi, atau sekedar berdendang ngga jelas, pasti kalimat itu yang meluncur dari mulut anakku, Syifa.

Memang, sejak masuk sekolah di TK Zanjabila, banyak sekali peningkatan pemahamannya dari segi agama. Mulai dari hafalan surat-surat (sekarang masuk Al Qari’ah), hafalan hadits (mulai dari hadits pertama Arba’in sampai sekarang sudah sampai hadits tentang ihsan), lalu do’a-do’a dan dzikir sesuai tuntunan Rasulullah, dan masih banyak lagi ilmu-ilmu tentang ibadah (mengerti tentang najis, adab-adab dalam kehidupan sehari-hari,dsb), dan juga muamalah (menyayangi saudara, tidak mengejek teman, dsb).

Alhamdulillaah, alhamdulillaah… Semoga ilmumu berkah anakku, dan Allah mengaruniakan ingatan yang tajam untuk bisa menghafal kalam-Nya yang Agung, amiin.

We’ll always proud of u.

Masuk TK

July 19, 2011 - Leave a Response

Alhamdulillaah di usia mba Syifa yang genap empat tahun, mba Syifa masuk sekolah TK hari pertama. Tanggal 18 Juli atau bertepatan dengan tanggal kelahiran mbak Syifa yaitu 16 Sya’ban, mba Syifa memulai hari pertamanya dengan ustadzah baru dan juga teman-teman baru. Mba Syifa masuk TK A Zanjabila, sebuah TK Islam di daerah Condong Catur. Alhamdulillaah tidak begitu jauh dari rumah.

Hari pertama mba Syifa berangkat diantar ayah dan umi, juga ditemani oleh dek Sarah. Umi sendiri masih harus mengahafal jalan ke sana, jadi belum bisa mengantar mba Syifa sendiri :D

Hari pertama itu, mba Syifa hanya masuk sekolah tiga jam saja, juga hari-hari selanjutnya selama sepekan. Setelah itu mba Syifa mulai sekolah sehari penuh (full day).

Umi ingin melihat mba Syifa di hari pertama, jadi umi dan dek Sarah menunggu di sekolah. Mba Syifa sudah langsung mau bergabung dan berkenalan dengan teman-teman, serta mengikuti semua kegiatan dengan riang. Sesekali mba Syifa menghampiri umi, sekedar menunjukkan aksinya :)

Pulang sekolah mba Syifa masih agak rewel, terbukti dengan meminta umi melepaskan sepatunya (lain kali bisa sendiri ya, Nak). Tapi umi senang karena hari kedua (hari ini) mba Syifa sudah tidak ditunggui umi lagi.

Terus semangat ya, Nak. Semoga mba Syifa tambah pintar menghafal do’a, surat-surat pendek, dan juga hadits. Semoga Allah menjadikan mba Syifa sholehah, amiin.

Ini dia gaya mbak Syifa memakai seragam sekolah Zanjabila :)

Bagi temen-temen yang mau mendarftar di TK Zanjabila, ini alamat lengkapnya:

Pentas Tutup Tahun BBC

June 30, 2011 - Leave a Response

Akhir tahun pelajaran, PG mba Syifa mengadakan pentas yang diberi nama Big Assembly dengan tema Harmoni Alam. Pentas ini berupa drama musikal oleh murid-murid PG sendiri (baik yang masih belajar di sana maupun yang sudah lulus beberapa tahun lalu) dan juga guru-guru serta beberapa mahasiswa dari UTM (Malaysia) sebagai pemegang perkusi. Lalu ada juga seorang dosen dari ISI bernama Pak Haryanto yang menjadi narator.

Pentas berjalan lancar, alhamdulillah. Dengan beberapa gerak dan lagu seperti Hujan-Hujan, Cucu Banyu, Mentok-Mentok, Kodok Ngorek, Uler Keket, dan Jamuran, dirangkai dalam sebuah cerita yang intinya bahwa kita harus menjaga alam agar senantiasa indah dan ekosistemnya dapat berjalan dengan seimbang.

Terima kasih kepada BBC yang telah memberikan banyak arahan dan pelajaran terutama tentang sains kepada mba Syifa. Semoga kebaikan para guru mendapat ganjaran dari-Nya, amiin.

Ini dia kenangan pentas tutup tahun ajaran di BBC, juga foto-foto dengan teman maupun guru-guru BBC.

Sebelum pentas dimulai, anak-anak berdo'a dulu

Foto-foto semua yuk

 

Mba Syifa bersama Sano dan Lala

Pentas Pertama Mba Syifa

June 29, 2011 - Leave a Response

Alhamdulillah, setelah beberapa kali latihan, akhirnya mbak Syifa bisa pentas gerak lagu bersama teman-teman PAUD lainnya. Pentas ini dalam rangka tutup tahun PAUD se-kelurahan Girirejo.

Sebelum pentas mbak Syifa di-make up ala penari. Duh, agak dilema juga umi nak, melihatmu didandanin menor begitu :( Mana lepas jilbabmu lagi… Tapi umi sudah “menyerahkan” mbak Syifa pada panitia, jadi ya sudahlah. Semoga lain kali bisa pakai jilbab ya Nak. Kata panitia sudah dicoba mau pake jilbab, tapi ternyata ngga bagus hasilnya (mungkin kedodoran atau gimana).

Umi agak nyesel juga, waktu itu datang belakangan (karena musti nyuapi adek dulu), alhasil cuma bisa lihat aksi mbak Syifa seiprit aja… Lagi, ngga bisa motret aksi panggung mbak Syifa. Cuma dapat rekamannya aja di akhir lagu Gundul-Gundul Pacul.

Untungnya mbak Syifa ngga kecewa. Waktu umi tanya, “Tadi mbak Syifa nyariin umi ngga?” Dengan tenang mbak Syifa jawab, “Enggak…” Doh, uminya gondok. Mbak Syifa tetep enjoy menari walau tanpa umi :)

Ini dia foto-foto yang berhasil umi ambil setelah pentas.

Dipoto kok malah menjep :D

Haus banget ya mbak Syifa...

Mbak Syifa yang mana hayo...

 

Nambah Hafalan

June 18, 2011 - Leave a Response

Beberapa saat lalu, ketika berkunjung ke rumah mbah uyutnya anak-anak, kami sempat ngobrol banyak dengan budhe (yang sudah memiliki tiga cucu, kecil-kecil). Cucu budhe yang pertama, usianya terpaut sekitar setengah tahun lebih muda dari Syifa.

Ketika itu, Syifa sedang makan nasi. Sudah habis, Syifa pun mengucap hamdalah. Ya, hamdalah. Itu saja. Lantas budhe mengajarinya do’a setelah makan, pelan-pelan agar Syifa bisa menirukan. Kalau hanya diajari saja, saya pun senang. Tapi rasanya agak gimana gitu, ketika setelah sesi ngajari itu, Syifa dibanding-bandingkannya dengan cucu pertamanya.

“Mbak I udah bisa kok kamu belum?”

Begitu kira-kira budhe membandingkan.

Ya, selama ini Syifa memang belum saya ajarkan berdo’a setelah makan. Selama ini hanya hamdalah saja. Mungkin pengalaman “pahit” itu menjadi cambuk untuk uminya ini agar lebih tertib menjaga hafalan Syifa, entah surat-surat pendek atau hafalan do’a sehari-hari.

Ketika itu pengen rasanya balik menanyai tentang hafalan mbak I tadi, sudah sampai mana? Tapi nanti niatnya malah jadi tidak baik. Ya sudah, saya urung. Hanya senyum-senyum aja dengan sindiran budhe di atas tadi.

Anyway, mbak Syifa akhir-akhir ini makin rajin kok hafalannya, walaupun harus “dipaksa”, soalnya dia lebih tertarik ke hal-hal lain; membaca, menulis, berhitung, atau membolak-balik majalah kesukaannya: Mombi dan Bobo.

Hafalan mbak Syifa sudah bertambah. Alhamdulillah, di usianya yang hampir empat tahun (kalender hijriyah jatuh pada tanggal 16 Sya’ban atau 18 Juli besok) sudah bisa hafal hampir 10 surat pendek, mulai dari An Naas sampai Al Maa’uun (1-4 ayat) dan dua surat lain Al Ashr dan Al Quraisy. Sedangkan hafalan do’a sehari-hari masih minim sekali. Duh, uminya harus punya tekad kuat untuk menambahnya sedikit demi sedikit. Ayo mbak Syifa kita kejar ketertinggalan! Yang rajin ya :)

At Gembira Loka Zoo

June 9, 2011 - One Response

Beberapa waktu setelah pulanga dari Australia, mbak Syifa, dek Sarah, Umi dan Ayah mengunjungi kebun binatang Gembira Loka. Saat itu, ayah mendengar kabar bahwa kebun binatang tersebut sudah tambah bagus dan binatang yang ada juga bertambah, dengan lokasi khusus untuk reptil. Karena penasaran, kami ingin juga melihatnya.

Kala itu hari libur, namun pengunjung kebun binatang tidak begitu banyak. Entah, apa karena memang peminat kebun binatang ini sudah tak sebanyak dulu. Meski demikian, mbak Syifa senang sekali bisa melihat bermacam-macam hewan, bahkan sempat memberi makan beberapa hewan di sana. Ini dia aksi mbak Syifa saat berinteraksi dengan satwa-satwa di kebun binatang Gembira Loka.

Melihat Ular

Bermain dengan kura-kura

Harimaunya lagi bobo tuh

 

Memberi makan kangguru

 

Dadah...

Hasil Kerja Mbak Syifa di Sekolah

May 3, 2011 - Leave a Response

Beberapa hari yang lalu sekolah membagikan hasil kerja murid-murid, juga mbak Syifa. Ini sudah kedua kalinya hasil kerja dibagikan. Umi senang sekali melihat hasil-hasil kerja mbak Syifa. Ada hasil menggambar, mewarnai, menulis, juga berhitung dan membuat kolase.

Gambar di atas adalah beberapa hasil kerja yang telah dibagikan. Mbak Syifa mendapatkan total hasil ‘very good’ sebanyak tiga karya. Yang lain hasilnya ‘good’. Alhamdulillah, semoga makin meningkat lagi, ya Nak :)

Kegiatan Fieldtrip

May 2, 2011 - Leave a Response

Pada hari Jumat tanggal 22 april 2011 lalu, PG mbak Syifa mengadakan kegiatan fieldtrip untuk memperingati Hari Bumi. Acara yang bertemakan ‘Aku dan Lingkunganku’ ini berupa Jelajah Alam yang dilaksanakan di Kali Bedog Kasongan Bantul.
Mbak Syifa dan teman-teman dibagi dalam beberapa kelompok. Mbak Syifa berada di kelompok kubis bersama beberapa temannya serta tiap kelompok dibimbing oleh kakak-kakak mahasiswa dari Universitas Sanata Darma.

Acara dimulai sejak pukul 8.00 dan berakhir pukul 11.00, dengan bermacam-macam kegiatan meliputi kegiatan sains, seni, dan tentu saja beragam permainan.

Peringatan hari bumi tahun ini juga didukung oleh kegiatan dari kakak-kakak di Teater Garasi dan para seniman dan akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Lihatlah aksi mbak Syifa dan teman-teman ini. Seru sekali ya :)

Permainan di tengah-tengah acara

Kegiatan sains membuat tiruan letusan gunung berapi

Pentas gamelan anak di tepi Kali Bedog

Karya Syifa

April 25, 2011 - 4 Responses

Surprise! Itulah yang umi rasakan ketika Syifa tiba-tiba memberikan sebuah amplop putih. Tak ada yang special di dalam amplop itu, hanya beberapa lembar ribuan rupiah saja. Namun, tulisan yang ada di depan amplop itulah yang membuat umi terkesan. Ya, sebuah tulisan pendek yang ditulis oleh mbak Syifa sendiri.


“Ini untuk umi.” kata Syifa sembari menyerahkan amplop kecil berwarna putih itu.
Umi lihat ada tulisan ‘umi’ terpampang di sana.
Spontan umi bertanya, siapa yang menulisnya.
“Mbak Syifa sendiri.”
Masa? Umi tak percaya. Pasti dibantu mbah kakung atau pakdhe. Ternyata tidak. Subhanallah… kupeluk Syifa sambil memujinya anak pintar. Dia langsung membalas pelukan umi sambil mesam-mesem sendiri :D

Lain waktu, ketika liburan di rumah yangti, Syifa iseng mencoret-coret kertas dengan sebuah spidol. Beberapa lama kemudian, lahirlah ‘karya’ barunya. Sebuah kertas bertuliskan angka 1-10 yang ia tulis sendiri. Alhamdulillah… Syifa makin mahir menulis.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.