She Talks Everything and Asks Anything

Kok ini begini, kenapa Mi?
Kok itu begitu, kenapa Mi?

Pertanyaan demi pertanyaan selalu terlontar dari mulut gadisku yang sekarang sudah mulai beranjak besar. Kalimat-kalimat yang entah didapat dari mana, selalu ia ceritakan sepanjang waktu. Bermain dengan bonekanya, bermain menirukan kasir, meniru penjual di pasar, dll, sambil mulutnya tak berhenti bergumam.

Syifa, tak terasa sudah setengah tahun sekolah di TK A. Umi sudah jarang meng-update blogmu ya, Nak🙂

Baiklah, umi akan menceritakan tentang mba Syifa saat ini, di usia 4 tahun plus 4,5 bulan.

Alhamdulillaah semenjak sekolah di TK A, mba Syifa banyak sekali menghafal surat-surat pendek (sekarang sudah sampai Al Bayyinah ayat 4), hadits, dan juga do’a-do’a sehari-hari. Tak ketinggalan bacaan sholat dan juga pelajaran lain seperti membaca latin dan iqro’, mengenal pelajaran akidah, akhlak, dan tentu saja permainan yang melatih motorik.

Sejauh ini alhamdulillaah masih betah dengan full day school-nya. Namun mungkin saja kejenuhan itu terkadang menghampiri. Seperti ketika alot dibangunkan pagi, kemudian ketika ustadzah bercerita bahwa mba Syifa pernah suatu kali melamum atau main sendiri ketika hafalan. Hmm umi maklum, toh mba Syifa masih balita. Umi tidak memaksakan kok Nak. Umi bangga dengan prestasi yang sudah mba Syifa raih.

O ya, tentang judul itu, sebetulnya mba Syifa memang anak yang kritis. Apa pun ditanyakan. Termasuk ketika menemukan simbol-simbol di pom bensin. Dia bertanya, Mi itu kok ada gambar begini? (Ada gambar rokok dicoret, kamera dicoret, dll). Dia pasti tanya, kenapa?

Lalu menemukan simbol bayi dicoret pada sebuah mainan juga ditanyakan. Simbol-simbol lain di kardus, di baterai laptop, juga gambar-gambar yang sekiranya tidak tahu artinya, pasti ditanyakan.

Umi jadi ingat, jika umi sedang (sok) “sibuk”, umi jadi lupa memperhatikanmu, yang membuat kamu harus berteriak beberapa kali memanggil umi demi menanyakan hal yang belum kamu tahu. Maafkan umi ya, Nak… Kadang umi egois, melakukan ini itu tanpa sadar kau membutuhkan umi.

Syifaku sayang, jadilah kakak yang baik untuk adik-adikmu kelak ya. Jadilah Azizah yang selalu kuat, tidak mudah menangis dan menyerah dengan keadaan. Tetaplah berjuang untuk melindungi adik-adikmu, juga berjuang untuk menggapai ridho-Nya.

Umi sayang sekali padamu, Nak🙂

–hiks, netes juga nih air mata–

2 Responses

  1. Subhanallah… Semoga jd anak shalihah yg cerdas, mbak Syifa🙂

    • amiin, insya Allah. Jazaakillahu khayran🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: