Cabut Gigi Susu Pertama

March 12, 2014 - Leave a Response

Ini pengalaman yang menegangkan bagiku: cabut gigi.

Aku sudah hampir tujuh tahun, tapi belum ada satu gigi susuku yang tanggal. Minggu lalu, satu gigi susu bawahku goyang. Lalu karena tidak lepas-lepas sendiri dan ada gigi dewasa yang sudah terlihat akan menggantikan gigi susu, maka umi menyarankan agar gigiku dicabut ke dokter gigi.
Aku berulang kali bertanya pada umi, bagaimana rasanya cabut gigi. Aku bertanya, “Apakah seperti di film upin ipin?”
Umi pun meyakinkanku, bahwa saat dicabut hanya terasa dingin saja.

Aku memberanikan diri untuk cabut gigi di dokter spesialis dekat sekolah TK ku dulu.
Aku hanya diantar umi saja, tadi sore.

Di sana, aku datang paling awal. Jam setengah lima sudah sampai dan pintu pun masih ada tulisan “Closed” alias tutup.
Aku pun menunggu. Karena lama, umi mengajakku untuk membeli minuman dulu.

Syifa Cabut GigiTiba waktunya periksa, umi masih sempat memotretku.
Saat itu aku diperiksa oleh mbak dokter yang berkerudung.
Pas gigiku diperiksa, aku diberikan sesuatu yang terasa dingin seperti es.
Lalu mulailah mbak itu mencongkel dan mencabut gigiku.

Aku berteriak keras, menangis, sambil berusaha menahan sakit, dan umi malah memotretku lagi.
Setelah selesai, darah keluar. Rasanya anyir.
Aku diberi kapas yang ditotolin betadine.
Aku pun awalnya menolak, lalu bilang “Umi… umi…”
Rasanya ingin beranjak dari kursi tinggi berlampu terang itu.

Kutolak mbak yang memberikan kapas untuk kugigit.
Aku masih menangis, sampai akhirnya aku turun dari kursi tinggi itu dan melihat gigiku yang sudah terlepas.

“Mau warna apa?”
Mbak dokter menawariku tempat untuk menaruh gigiku. Bentuknya seperti gigi dengan tali yang bisa jadi kalung.
“Ungu.” kataku lirih.

Sekarang, aku sudah tak menangis lagi.
Aku pulang membawa oleh-oleh gigi mungil dan dijanjikan oleh umi akan dibelikan es krim. Kata dokter, aku ngga boleh makan yang panas-panas dulu. Bolehnya es krim.

Itu pengalamanku dengan gigi pertamaku yang tanggal.

before-after cabut gigi

Mba Syifa Enam Tahun

September 2, 2013 - Leave a Response

Usia enam tahun.

Tak terasa, Syifa sudah bertambah besar. Banyak yang berubah. Badannya meninggi, walau untuk berat sepertinya susah naik🙂

Yang paling terasa berubah adalah sikap mba Syifa sehari-hari.

Usia enam tahun adalah usia anak punya segudang kepintaran untuk bicara, bahkan berargumen ketika menolak melakukan sesuatu. Dan Syifa pun begitu.

Ketika disuruh melakukan sesuatu, dia bertanya, mengapa harus begitu?

Ketika dilarang, dia bertanya, kenapa tidak boleh?

Ketika ayah dan uminya berbuat salah misalnya, dia pun sudah pandai menghakimi.

Ketika umi dan ayah melupakan sesuatu, dia yang pertama mengingatkan. Misalnya lupa tidak menutup pintu kamar mandi, lupa tidak mematikan lampunya, dsb😀

Oh, anakku, kau memang penguji kesabaran yang handal.

Sejauh ini, dia masih penurut dan juga penolong😀

Walau dia merasa berat ketika disuruh hafalan misalnya, tapi dia tetap mengeluarkan hafalannya, meski dengan suara yang terdengar sangat-sangat tidak semangat😦

Penolong. Yah, she is always be my best partner😀 Selalu ada ketika umi butuh, mengambilkan barang ini, menaruh barang itu, hehe. Maaf ya, Nak, kesannya jadi memanfaatkan :p

Saat waktunya sholat, sering sampai berrrkali-kali umi menyuruh sholat. Sampai kadang ada syarat: Nanti, habis ini. Nanti, habis itu. Nanti kalau jarum jam di angka ini.

Tapi, suatu ketika, saat umi dan ayah tidak di rumah, dia pun dengan bangga bilang, Aku sudah sholat lho tadi…🙂

Masuk SD, sepertinya menjadi tahap yang sedikit menyulitkan bagi mba Syifa. Salah satu yang membuatnya agak tidak bersemangat adalah waktu sekolah yang sangat lama😦

Dia sering mengeluh, ngga mau pulang sampai jam 14.30. Maunya ada waktu tidur, seperti di TK dulu.

Mba Syifa harus sabar ya… Kata Ayah, menuntut ilmu itu harus sabar…

Kami hanya berdo’a untuk kemudahanmu, Nak.

Semoga Allah memberikan kesabaran dan kemudahan dalam menuntut ilmu.

Semoga Allah berikan kemudahan bagi umi dan ayah mencarikan alternatif sekolah yang terbaik untuk mba Syifa, seandainya ada peluang lain yang lebih bisa membuat mba Syifa bersemangat lagi🙂

Mba Syifa Masuk SD

July 22, 2013 - 2 Responses
Syifa Masuk SD

Syifa Masuk SD

Tahun 2013 adalah tahun besar bagi mba Syifa🙂
Tahun ini, mba Syifa lulus TK dan mulai masuk Sekolah Dasar.
Alhamdulillaah, mba Syifa lulus dengan nilai baik serta mendapat hadiah sebuah trophy sebagai penghargaan atas prestasi hafalan juz ‘amma terbaik di kelas. Ayah dan umi bangga padamu, Nak🙂

Terhitung sejak tanggal 15 Juli lalu, mba Syifa telah resmi menjadi murid sekolah dasar di SDIT Taruna Al Qur’an. Berjarak kurang lebih lima kilometer, mba Syifa harus bangun pagi-pagi sekali agar tidak terlambat masuk sekolah. Bel berbunyi tepat pukul 7.00 WIB. Agak berat juga adaptasinya, mengingat dulu waktu TK biasa masuk jam 8.30🙂

Tapi, dengan masuk SD pas bulan Ramadhan ini, banyak membantu mba Syifa untuk bangun lebih pagi. O ya, mba Syifa sudah puasa penuh loh… Dan inilah yang membuat umi bilang, bahwa tahun 2013 adalah tahun yang besar bagi mba Syifa. Selain tadi diceritakan di atas, juga karena mba Syifa memulai puasa pertamanya yang bisa kuat sampai maghrib. Sampai hari ini, sudah menginjak hari ke-13 Ramdhan, yang berarti sudah 12 hari mba Syifa puasa penuh sampai maghrib, tanpa bolong. Great job, Nak!

Meski kadang alot kalau dibangunkan sahur, makan sambil merem, habis sahur bobo lagi, tapi gapapa, Nak. Itu sudah perjuangan yang luar biasa.

Dan nanti jam 6 pagi sudah harus bangun lagi untuk mandi dan siap-siap berangkat sekolah. Kadang rasa marah menghinggapi. Malas bangun karena mata masih sangat ngantuk. Umi paham, Nak. Tapi tetap berusaha ya, agar jangan marah-marah lagi…🙂

O iya, ini beberapa foto mba Syifa saat mau berangkat sekolah dan saat berada di SDIT Taruna Al Qur’an.

Masya Allah… Anakku, sudah besar.
Semoga ayah dan umi bisa selalu memberikan yang terbaik untuk mba Syifa, menjadi teman dan sahabat yang menyenangkan bagi mba Syifa, aamiin.

Juara 3 Lomba Tahfidz

January 19, 2013 - Leave a Response

Selamat ya mbak Syifa sudah menang lomba tahfidz.

Sayang, umi ngga bisa menyaksikan aksi mba Syifa karena orang tua tidak boleh ikut mengantar😦

Semoga ilmumu selalu bermanfaat ya, Nak🙂

Syifa pegang hadiah

Syifa pegang hadiah

 

Hadiahnya: Iqro' sekaligus juz 'amma, kertas lipat, dan snack

Hadiahnya: Iqro’ sekaligus juz ‘amma, kertas lipat, dan snack

Juara Lomba Anak Sholeh

August 6, 2012 - Leave a Response

Alhamdulillaah, mba Syifa juara 3 lomba hafalan do’a pada acara Festival Anak Sholeh di Masjid Jami’ At Taqwa Minomartani tanggal 5 Agustus lalu.

Selamat ya, Nak. Semoga ilmunya bermanfaat, aamiin🙂

Juara 1-3 tampil di panggung

Sudah dapat piala🙂

Dapat piala plus uang pembinaan. Lumayan…😀

 

 

Asyiknya Naik Sepeda

July 13, 2012 - Leave a Response

Kring-kring gowes-gowes…

Alhamdulillaah mbak Syifa sudah bisa naik sepeda. Kurang lebih usia lima tahun (sekitar pertengahan Sya’ban lalu).

Selama sepekan belajar sepeda, tanpa pedal. Ini memang cara yang efektif ternyata🙂 Dulu sekali sejak di OZ pernah melihat anak kecil latihan dengan sepeda kayu, dan memang didesain tanpa pedal. Ia kayuh dengan kaki saja, lalu kaki naik begitu roda sepeda berputar.

Awalnya memang susah, tapi relatif tidak sering jatuh jadinya. Jatuhnya malah saat pedal sudah dipasang dan mulai latihan mengayuh untuk pertama kalinya.

Sekarang, mbak Syifa sudah bisa nggaya, walau tadi masih sempat nabrak sepeda motor orang dan kemarin nabrak gapura di kampung hehehe.
Selamat ya, Nak.  Besok sepedaan bareng ya, kalau ayah dah beliin buat umi😀

Belajar Origami

July 4, 2012 - Leave a Response

Membuat origami ternyata menyenangkan. Ini adalah origami berbentuk Pelikan dan Crown, hasil karya umi dan mbak Syifa. Bagus kan?🙂

Origami Pelican & Crown

 

Kalian mau belajar juga? Ikuti step by step origami di sini.

Mudah dan menyenangkan🙂

Juara Berprestasi

June 22, 2012 - Leave a Response

Buku-buku Pelajaran Mba Syifa dan Hadiah Juara Berprestasi🙂

Hari ini, Jumat 22 juni 2012 adalah pengambilan rapor di sekolah mba Syifa, TK Zanjabila. Selain pembagian rapor, ada juga pembagian hadiah serta penampilan para siswa-siswi TK A, TK B, dan Playgorup.

Alhamdulillaah, di kesempatan tersebut mba Syifa mendapatkan hadiah untuk juara berprestasi putri kelas TK A. Hadiahnya adalah dua buah buku tulis dan sebuah pensil. Hm.. hadiahnya memang tidak seberapa, tapi umi bangga luar biasa🙂

Di acara penampilan siswa-siswi, kelas TK B maju pertama kali, menampilkan murojaah Al Infithar dan An Naba’. TK A giliran nomor dua, menampilkan murojaah Al Fajr. Yang terakhir tiga anak perwakilan kelas playgroup menampilkan murojaah Al Bayyinah.

Selamat untuk mba Syifa dan teman-teman semua, yang telah berhasil menghafalkan lebih dari 20 surat (27 surat untuk TK A dan 38 surat untuk TK B). Orang tua kalian pasti bangga🙂

Jazaakumullahu khayran kepada seluruh ustadzah TK Zanjabila atas jasa-jasa mereka, anak-anak kami dapat berprestasi.

Barakallahu laki untuk anakku sayang, semoga prestasi demi prestasi akan kau ukir kembali di masa mendatang. Ayah Umi bangga padamu, Nak. Semoga Allah juga meridhoi, aamiin.

I Love Umi

June 1, 2012 - Leave a Response

“Aku pengen sama umi terus, soalnya aku sayang banget sama umi.”

Penggalan kalimat bernada memelas, yang bikin umi mengalah. Ya sudah, mba Syifa boleh tidur di kamar umi, tapi sebentar aja ya, nanti tidur di kamar sendiri.

Ya Allah, dia begitu menyayangiku. Tak tega rasanya menyuruhnya tidur di kamarnya sendiri. Tapi kami harus konsekuen. Dia harus bisa mandiri. Apalagi sudah punya dua adik. Tapi kenapa ya, kalimat di atas seakan bermakna bahwa dia masih butuh sekali untuk berada dekat dengan uminya.

Mba Syifa sudah hampir satu tahun sekolah fullday. Memang, waktunya bersamaku menjadi tak sesering dulu. Di rumah pun, ia lebih sering bermain sendiri. Membaca buku, mewarnai, atau bahkan makan pun tak ditemani.

Pernah suatu ketika karena aku sangat lelah dan ngantuk, Ia kubiarkan makan sendiri. Semua sudah tidur, kala itu jam 10 malam, dan ia masih merasa lapar. Padahal sudah makan sore juga.

Tak tahunya aku kebablasan tidur. Aku tak tahu apa yang terjadi selanjutnya, sampai pagi hari aku menemukan piring tempat ia makan sudah bersih, berada di atas lemari baju kecil miliknya.

Anakku, maafkan umi ya, Nak…

Entah berapa kali umi marah kepadanya, mungkin hal sepele, makan lambat lah, dibangunin susah lah, atau hal-hal lain. Padahal jujur, dia satu-satunya anakku yang saat ini bisa meringankan beban uminya.

Makan, sudah sering sendiri.
Mandi, sudah bisa sendiri.
Cebok sudah berusaha untuk mandiri.
Pakai baju, sepatu, dll, dia bisa melakukan semuanya.
Bahkan dia selalu siap membantu umi mengambilkan air untuk cebok adik bayinya, juga menawarkan diri untuk mengganti popok adik bayinya.

“Mi, nanti kalau dek Aisha pipis bilang aku ya, aku mau belajar ngganti popok.” kurang lebih begitu pintanya.

Alhamdulillaah, syukurku kepada Allah. Dia anak yang baik.

Allah juga menitipkan putri yang insya Allah cerdas untuk kami. Di usianya yang belum genap 5 tahun, dia sudah pandai dan lancar membaca. Menulis sudah bisa, walau beberapa huruf dan angka sering terbalik🙂

Dia anak yang baik.
Allah, jangan jadikan aku ibu yang membuatnya sedih.
Jangan jadikan rasa marahku ini berlebihan kepadanya, tahanlah rasa marahku ketika menghadapi sifat kekanak-kanakannya, karena akalnya memang belum sesempurna kami yang telah dewasa.

Allah, astaghfirullaah… atas segala hal yang kuperbuat selama ini yang mungkin telah menjadikannya sedih.

Umi juga sayang kamu, anakku…

 

***

@11.31 p.m

Saat mba Syifa dan yang lain sudah terlelap.

Aku Bisa Membaca

May 13, 2012 - Leave a Response

Alhamdulillaah, di usia mba Syifa 4 tahun 8 bulan, dia sudah bisa membaca banyak kata. Kemarin dia membaca kalimat ini di sebuah album foto:
“Foto Panggilan & Paket Wisuda”

Waktu membaca “paket”, dia bilang “ket” seperti ketika bilang “ke” pada kata “kedelai”😀
Waktu membaca tanda “&” dia sudah paham dan membacanya dengan “dan”.

Karena penasaran, umi bertanya, “Kok tau itu dibaca “dan”, dari mana?”
Jawab mba Syifa, “Upin Ipin”

Oh… hehe memperhatikan juga teryata🙂

Selamat ya, Nak. Kamu sudah bisa membaca banyak kata. Terus belajar, semoga makin pintar🙂